<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Padjadjaran Nasional</title>
	<atom:link href="http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silat-padjadjaran.web.id</link>
	<description>Portal Pencak Silat Padjadjaran Nasional</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2009 13:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Festival Silat Merayakan Keragaman</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=75</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=75#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 13:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Meski beragam, ada satu kesamaan yang menonjol dari indahnya seni silat ranah pasundan, yakni indahnya gerak silat itu sendiri. Tiada yang lebih bagus. Semua sederajat, sama-sama elok. Maka pantas bila keragamanlah yang dirayakan dalam pagelaran Festival Seni Silat kali ini
Selaras dengan semangat yang dibawa, pagelaran ini hanya menampilkan kekayaan seni gerak, olah napas, dan tari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski beragam, ada satu kesamaan yang menonjol dari indahnya seni silat ranah pasundan, yakni indahnya gerak silat itu sendiri. Tiada yang lebih bagus. Semua sederajat, sama-sama elok. Maka pantas bila keragamanlah yang dirayakan dalam pagelaran Festival Seni Silat kali ini</p>
<p>Selaras dengan semangat yang dibawa, pagelaran ini hanya menampilkan kekayaan seni gerak, olah napas, dan tari dari secuil wilayah bumi Jawa. Tak kurang dari 12 perguruan, gelaran bertajuk Festival Seni Pencak Silat Padjajaran Nasional ini menghadirkan berbagai macam pesona gerak tarung sekaligus tari dari ranah Sunda.</p>
<p>Kemeriahan makin lengkap dengan tampilnya beberapa perguruan Betawi yang di tahun lampau menjadi kebanggaan para jawara Batavia. Ada perguruan Putra Betawi.  Ada juga Cingkrik Goning. Gelaran di Hall Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah ini pun riuh.</p>
<p>Ego Tersingkir</p>
<p>Tiada semangat ingin menang dari setiap pendekar yang tampil. Hanya mengagumi satu sama lain atas kekayaan indahnya gerak dan kekuatan pukulan, sapuan, tendangan, dan kuncian yang dimiliki. Karena itulah, di tempat ini ego tersingkirkan.</p>
<p>“Itulah arti festival, Mas,” ungkap Topan, salah satu koordinator Perguruan Padjajaran dari DKI Jakarta. Karena itu acara yang berlangsung Minggu, 28 Oktober lalu ini tidak dituturkan sebagai kejuaraan.<br />
“Kalau diberi judul kejuaraan, Kita semua inginnya menang. Ego menjadi nomor satu dan dikedepankan. Padahal dalam dunia persilatan, pendekar sejati sebaiknya tidak menonjolkan ego,” jelas Topan.</p>
<p>Lalu, Topan pun bernarasi betapa pentingnya meletakkan ego. Menjadi pesilat itu, katanya, bukan untuk menjadi jagoan yang inginnya disegani siapa saja. “Bersilat itu adalah jalan untuk berkawan, alat untuk silaturahmi,” ujar Aziz Asyari, salah satu guru silat Cikalong menambahi.<br />
Ini lebih merupakan acara merayakan indahnya keragaman seni dan kemenangan bersama. “Kita semua adalah pemenang,” ujar seorang pendekar.</p>
<p>Tampilnya Pendekar Manca</p>
<p>Tiada suara saling menjelekkan, meledek atau melontarkan kata-kata “huu…” melainkan hanya sorak dan tepuk riuh rendah menghangati suasana gelaran sehari ini. Seruan kebanggaan dan decak kagum pun makin meninggi tatkala dua orang pendekar manca negara tampil. Miguel dan Soora merapat ke arena. Berpasangan mereka suguhkan indahnya silat Sunda setelah tiga bulan berlatih tiada kenal lelah.</p>
<p>Selang beberapa tampilan, muncul lagi pendekar manca dari negerinya yang sama, Kincir Angin. Kali ini usianya lebih tua. Mr. Dick Van Reenee dengan lemah gemulai tapi berkekuatan menyodorkan indah, lembut namun kerasnya gerak seni Padjajaran.</p>
<p>“Saya sejak dahulu memang kagum dengan kebudayaan timur, terutama Jawa dengan silatnya. Selain saya memang suka berolahraga,” ujar pria yang ternyata dokter spesialis medical cek up ini.<br />
Sebagai seorang dokter yang berlatar belakang pendidikan barat, Dick yang juga ketua perguruan silat Padjajaran Nasional se-Belanda ini menyadari betapa pagelaran ini merupakan wahana penting bagi bangkitnya seni budaya Nusantara.</p>
<p>“Ini memang baru yang pertama kali diadakan oleh perguruan Padjajaran, tapi gelaran yang sama sudah dilakukan oleh perguruan lain beberapa kali,” jelas Topan. Selanjutnya, tunggu saja tanggal mainnya.<br />
Diselingi dengan tampilnya penari jaipong, festival ini makin memperjelas betapa kayanya ranah Sunda di mata kami semua para penikmat yang duduk di kejauhan. Gerak gemulai penari menandai eloknya jiwa dan rasa perasaan yang mencipta seni ini. @</p>
<p>Artikel ini di publikasikan di Tabloid GAYA HIDUP<br />
penulis : Abdi (http://abdiganteng.multiply.com/)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=75</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Febri atlet SEA Games 2007 di Thailand</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=73</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=73#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 13:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Tulisan ini ada sedikit yang beda yaitu kata2 &#8220;Ia tidak merasa masa
mudanya terampas karena menekuni pencak silat&#8221;, sungguh penulisnya sangat
cerdas dalam menuliskan kata2 sehingga dalam tulisan ini ada sesuatu
motivasi positif bagi pembaca &#8220;bahwa ikut silat juga punya masa depan&#8221;
selamat membaca
&#8220;Ia tidak merasa masa mudanya terampas karena menekuni pencak silat. &#8221;
Buk! Kaki jagoan silat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Tulisan ini ada sedikit yang beda yaitu kata2 &#8220;Ia tidak merasa masa<br />
mudanya terampas karena menekuni pencak silat&#8221;, sungguh penulisnya sangat<br />
cerdas dalam menuliskan kata2 sehingga dalam tulisan ini ada sesuatu<br />
motivasi positif bagi pembaca &#8220;bahwa ikut silat juga punya masa depan&#8221;</p>
<p>selamat membaca</p>
<p>&#8220;Ia tidak merasa masa mudanya terampas karena menekuni pencak silat. &#8221;</p>
<p>Buk! Kaki jagoan silat itu melayang cepat. Sambil menahan nyeri, lawannya<br />
menghindar. Entah kenapa tayangan adu jotos di layar kaca itu tak membuat<br />
gadis kecil tersebut ngeri. Ia malah semakin terkesima oleh adu tendangan<br />
tersebut. Itulah tendangan yang mengubah sejarah Febriyani Nurkhasanah,<br />
gadis kecil tersebut. Sejak menonton tayangan laga pencak silat dalam SEA<br />
Games 1993, Febri&#8211;panggilan Febriyani&#8211;kecil bersumpah ingin menjadi atlet<br />
pencak silat. Ia melupakan cita-cita menjadi dokter atau polisi&#8211;cita-cita<br />
yang biasa hinggap di otak anak kecil.</p>
<p>Sejarah pun berpihak kepadanya. Empat belas tahun kemudian, yakni sekarang<br />
ini, Febri telah melambung menjadi atlet pencak silat untuk SEA Games 2007<br />
di Thailand. Ia kini mengikuti pemusatan latihan nasional pencak silat untuk<br />
SEA Games 2007 di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara<br />
Nasional Indonesia Angkatan Darat di Batu Jajar, Cimahi, Jawa Barat</p>
<p>Saat ditemui Tempo, Kamis lalu, di pemusatan latihan itu, Febri bercerita ia<br />
adalah gadis pembelot. Sambil membanggakan seragam seragam loreng hijau<br />
Kopassus yang ia kenakan, Febri menuturkan bahwa ayahnya, Kartidja, adalah<br />
karateka yang sering tampil di aneka kejuaraan yang ditayangkan di televisi.</p>
<p>Ayahnya mewajibkan Febri berlatih karate. Awalnya gadis kecil itu menurut.<br />
Namun, ia hanya bertahan dua kali latihan. Belakangan, gadis itu malas<br />
belajar karate. Alasannya, ia benci dipaksa oleh pelatihnya melakukan split<br />
(merentangkan dua kaki sampai lurus sejajar dengan lantai). Aku nggak tahan<br />
dipaksa-paksa untuk bisa split. Padahal di silat pun nantinya ada ada<br />
keharusan bahwa aku harus mampu melakukan split, ujarnya sembari tertawa.</p>
<p>Akhirnya, dengan sedikit adu argumentasi dengan ayahnya, Febri kembali<br />
berlatih silat. Kebetulan di sekolah ada Perguruan Silat Padjadjaran<br />
Nasional. Akhirnya, setelah naik ke kelas III sekolah dasar, Febri bergabung<br />
dan mulai berlatih dengan serius.</p>
<p>Kejuaraan pada 1995 mengubah hidupnya. Febri saat itu mengikuti kejuaraan<br />
untuk pertama kalinya di Kejuaraan Nasional Perguruan Padjadjaran di Bogor.<br />
Ia turun di kelas C junior (42-45 kilogram) dan pulang membawa medali<br />
perunggu.</p>
<p>Setelah kejuaraan itu, Febri makin rajin mencebur dalam berbagai kejuaraan.<br />
Hasilnya? Ia tidak hanya mendapatkan medali, tapi juga deretan luka. Yang<br />
penting adalah mendapat pengalaman, kata gadis ulet itu.</p>
<p>Jam terbang Febri yang makin tinggi mengantarnya ke pertandingan yang lebih<br />
besar, yaitu Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat pada 1998 sebagai wakil Kota<br />
Cirebon.</p>
<p>Dalam kejuaraan itu, Febri berhasil merebut emas dan berhak berlaga di<br />
tingkat nasional. Sejak itulah Febri mulai mendulang banyak medali.</p>
<p>Koleksi medali yang diraih Febri ternyata tidak otomatis membuatnya mendapat<br />
dukungan orang tuanya. Ibu Febri, Siti Maemunah, berkeras memintanya hanya<br />
berkonsentrasi pada sekolah. Gadis penyuka matematika itu menolak. Ia<br />
menunjukkan bukti bahwa silat tak menyurutkan prestasi akademiknya. Febri<br />
pun berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri di Bandung melalui jalur<br />
atlet. Pilihannya pun tidak tanggung-tanggung: jurusan matematika. Orang<br />
tuaku tidak menyangka aku bisa lulus ujian, kata Febri.</p>
<p>Pada 2002, Febri mengikuti kejuaraan nasional tingkat dewasa untuk pertama<br />
kali dan sekali lagi berhasil meraih emas. Sejak saat itu, jam latihannya<br />
terus bertambah sehingga waktu senggangnya semakin berkurang. Namun, sesuai<br />
dengan janjinya kepada orang tua, anak tertua dari tiga bersaudara ini<br />
menempatkan pendidikan sebagai prioritas.</p>
<p>Jadi, ya, pulang latihan, istirahat sebentar, lalu belajar. Hampir tidak ada<br />
waktu untuk kumpul-kumpul dengan teman, ujar Febri. Kendati begitu, ia tidak<br />
merasa masa mudanya terampas. Ini bukan sekadar impian, ini hidupku, gadis<br />
berjilbab ini menegaskan.</p>
<p>Pertandingan, buat Febri, selalu memberi kenangan sendiri. Ia memberi contoh<br />
ihwal kekalahannya melawan Haryanti, atlet silat dari Sumatera Selatan.<br />
Haryanti tiga kali mengalahkan Febri, bahkan dua kali dalam event yang sama.</p>
<p>Tiga kali kalah oleh dia, aku sempat berpikir, &#8216;Apakah aku akan buat rekor<br />
jadi empat kali kalah?&#8217; Tapi ternyata aku bermain dengan tenang dan lepas.<br />
Akhirnya 5-0 buatku, ujarnya berbinar-binar.</p>
<p>Di dunia internasional pun Febri mulai mendapatkan perhatian khusus. Pada<br />
pertandingan internasionalnya yang pertama di United Kingdom Open 2006,<br />
Febri mendapat emas. Selanjutnya, ia mendapat perak di University Games di<br />
Hanoi, Vietnam, pada tahun yang sama. Terakhir ia sukses dalam Belgia<br />
Terbuka 2007 dengan merebut emas di kelas C putri sekaligus menjadi pesilat<br />
terbaik.</p>
<p>Namun, ia masih belum puas. Targetnya adalah emas di SEA Games Thailand dan<br />
Pekan Olahraga Nasional XVIII bagi Jawa Barat. Ia telah bersumpah menempa<br />
dirinya sekeras mungkin.</p>
<p>Saat ini Febri sedang digembleng di Pusat Kopassus di Batu Jajar. Ia menilai<br />
latihan yang banyak melibatkan anggota Kopassus itu sangat menyenangkan<br />
karena tidak sekadar menempa fisik dan teknik, tapi juga mental. Aku tidak<br />
akan melupakan pelatnas ini karena ini adalah pelatnas pertamaku dan<br />
ternyata sangat menyenangkan, katanya.</p>
<p>Meskipun jauh dari orang tua, Febri mengaku tidak pernah tertinggal berita<br />
apa pun karena setiap hari ia pasti menelepon sang mama. Bahkan, ketika<br />
masih di Jakarta, kalau memungkinkan ia menyempatkan pulang ke Cirebon. Tapi<br />
yang tidak pernah lepas dari pelukannya adalah boneka harimau kecil yang<br />
diberi nama Maung.</p>
<p>Maung itu keberuntunganku. Aku tidak pernah pergi ke mana pun tanpa Maung.<br />
Rasanya ada yang hilang deh kalau Maung tidak ada di tempat tidurku,<br />
katanya.</p>
<p>Oleh : MUSLIMA HAPSARI<br />
Koran Tempo Minggu, 30 September 2007</p>
<p>http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&#038;op=viewarticle&#038;cid=3&#038;artid=254</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=73</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kredibilitas Pencak Silat Indonesia</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=53</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=53#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Agustus akan diramaikan dengan ajang pertandingan pencak silat di  kawasan Sub Mekong Region.
Asia Martial Arts Games akan digelar pada tgl 1 &#8211;  9 Agustus di Thailand sesudah ditangguhkan karena rayot di Bangkok bulan lalu.  Asia Indoor Sport Games juga akan digelar di penghujung bulan yang sama di Hanoi  Vietnam. Desember [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bulan Agustus akan diramaikan dengan ajang pertandingan pencak silat di  kawasan Sub Mekong Region.<br />
Asia Martial Arts Games akan digelar pada tgl 1 &#8211;  9 Agustus di Thailand sesudah ditangguhkan karena rayot di Bangkok bulan lalu.  Asia Indoor Sport Games juga akan digelar di penghujung bulan yang sama di Hanoi  Vietnam. Desember mendatang akan juga diramaikan pesta olahraga Sea Games di  Vientian LaosPDR.</p>
<p style="text-align: justify;">Persiapan pesilat sudah barang tentu menjadi prioriti pertama, Pencak Silat  sejak Sea Games 1987 mulai dipertandingkan. Indonesia tempat tujuan negara  negara tetangga untuk mempersiapkan pesilatnya dengan berlatih bersama dan uji  coba. KIni peta pemusatan latihan dan untuk menjajal kekuatan lawan mulai  berubah. Vietnam rupanya mendapat kepercayaan dari luar negeri tempat untuk  berlatih dan mempersiap diri menghadapi even yg besar. Brunei sudah merubah  pandangannya untuk berlatih berbulan bulan di Hanoi, Pencak Silat Laos  mempersiapkan pesilatnya mendapat bantuan sapenuhnya dari pemerintah Vietnam  untuk berlatih bersama sama di Vietnam.</p>
<p style="text-align: justify;">
Bulan ini juga Tim Pencak Silat  Vietnam akan berlatih sebulan bersama Thailand Pencak Silat tim di Phuket  Thailand Selatan. Ada apa gerangan menjadi kan tanda tanya mengapa mereka yang  semula bertandang berlatih di Padepokan Pencak Silat Indonesia kini beralih ke  Vietnam dan Thailand. Tidak cukup kuat kah tim Pencak Silat Indonesia atau  mereka kecewa atas pelayan kita mungkin juga bisa mereka menutup diri agar tidak  diketahui tim Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Patut menjadi catatan semenjak tahun 2000 tim Vietnam kerap kali datang  berlatih di Indonesia. Tim Indonesia tahu teknik tim Vietnam di buatnya  dukumentasi, alihwal di even tim Indonesia terus kalah berkali kali. Karena  prustasinya tim Indonesia dijangkiti penyakit jiwa Vietnam Syndrom.  Mari kita  pikirkan pertahankan kredibilitas pencak silat Indonesia sebagai negara  sumber.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>O’ong Maryono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=53</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Pencak Silat Tradisional</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=45</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=45#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin telah diadakan acara Festival Pencak Silat Tradisional yang dilaksanakan oleh Perguruan Silat Pajajaran Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.
Berlangsung dari jam 9.30 pagi acara dimulai dengan pembukaan dan apel seluruh peserta yang dihadiri bukan hanya anggota pajajaran Nasional beserta cabangnya yang ada sampe negeri belanda. tetapi diikuti juga oleh perguruan silat lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemarin telah diadakan acara Festival Pencak Silat Tradisional yang dilaksanakan oleh Perguruan Silat Pajajaran Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.</p>
<p>Berlangsung dari jam 9.30 pagi acara dimulai dengan pembukaan dan apel seluruh peserta yang dihadiri bukan hanya anggota pajajaran Nasional beserta cabangnya yang ada sampe negeri belanda. tetapi diikuti juga oleh perguruan silat lain seperti : Gagak Lumayung, putra betawi, tapak suci, ASAD, Cikalong Pancer Bumi dan dari perguruan silat lainnya.</p>
<p>Dengan diiringi oleh kendang pecak semua perwakilan perguran tampil dimulai dengan pertunjukan dari perguruan silat gagak lumayung yang menunjukkan ibing silat sampe pertunjukan kekuatan bacokan, perkelahian dengan di tutup mata sampai kekebalan dengan air keras.</p>
<p>Dilanjutkan dengan ibingan dari cabang cabang pajajaran internasional baik yang datang dari Bogor sendiri, sampai yang datang dari NTT bahkan dari Pajajaran cabang belanda.</p>
<p>Acara berlangsung menarik meski terlihat jarang sekali penonton yang hadir, apakah ini disebabkan oleh tertutupnya kegiatan ini atau memang publikasi yang tidak maksimal? wallohualambissawab.</p>
<p>yang penting para pencinta silat tampak datang khususnya teman teman dari FP2STI yang sekalian bersilaturami dengan beberapa anggotanya dalam acara ini. beberapa sesepuh FP2STI yang tampak unjuk kebolehan di panggung diantaranya Bp. Tubagus Bambang dari Cinkrik Goning dan Bp. H, Azis dari Cikalong pancer bumi.</p>
<p>Akhirnya Jaya persilatan Tradisional Indonesia !!!</p>
<p>Tulisan By http://nagapasa.multiply.com/<br />
Foto By http://abdiganteng.multiply.com/</p>
<p>Upload By SilatIndonsia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=45</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Pencak Silat</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=22</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=22#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 02:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.
Pencak Silat merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas. Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu :</p>
<p style="text-align: justify;">a. Perkembangan sebelum zaman penjajahan Belanda<br />
b. Perkembangan pada zaman penjajahan Belanda<br />
c. Perkembangan pada zaman penjajahan Jepang<br />
d. Perkembangan pada zaman kemerdekaan</p>
<p style="text-align: justify;">a. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda</p>
<p style="text-align: justify;">Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">b. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">c. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang</p>
<p style="text-align: justify;">Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.</p>
<p style="text-align: justify;">d. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.</p>
<p style="text-align: justify;">Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bagnsa Indonesia dengan nama &#8220;Pencak Silat&#8221; yang merupakan kata majemuk. Di masa lalu tidak semua daerah di Indonesia menggunakan istilah Pencak Silat. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Silat, mempunyai pengertian gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/ manusia dari bela diri atau bencana. Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. Definisi pencak silat selengkapnya yang pernah dibuat PB. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya Pencak Silat mengajarkan pengenalan diri pribadi sebagai insan atau mahluk hidup yang pecaya adanya kekuasaan yang lebih tinggi yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya, Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian/kebatinan diberikan kepada siswa yang telah lanjut dalam menuntut ilmu Pencak Silatnya. Sasarannya adalah untuk meningkatkan budi pekerti atau keluhuran budi siswa. Sehingga pada akhirnya Pencak Silat mempunyai tujuan untuk mewujudkan keselarasan/ keseimbangan/keserasian/alam sekitar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna mengisi Pembangunan Nasional Indonesia dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai seni</p>
<p style="text-align: justify;">Ciri khusus pada Pencak Silat adalah bagian kesenian yang di daerah-daerah tertentu terdapat tabuh iringan musik yang khas. Pada jalur kesenian ini terdapat kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus (skill). Pencak Silat sebagai seni harus menuruti ketentuan-ketentuan, keselarasan, keseimbangan, keserasian antara wirama, wirasa dan wiraga.</p>
<p style="text-align: justify;">Di beberapa daerah di Indonesia Pencak Silat ditampilkan hampir semata-mata sebagai seni tari, yang sama sekali tidak mirip sebagai olahraga maupun bela diri. Misalnya tari serampang dua belas di Sumatera Utara, tari randai di Sumatera Barat dan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat. Para penari tersebut dapat memperagakan tari itu sebagai gerak bela diri yang efektif dan efisien untuk menjamin keamanan pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai olahraga umum</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun unsur-unsur serta aspek-aspeknya yang terdapat dalam Pencak Silat tidak dapat dipisah-pisahkan, tetapi pembinaan pada jalur-jalur masing-masing dapat dilakukan. Di tinjau dari segi olahraga kiranya Pencak Silat mempunyai unsur yang dalam batasan tertentu sesuai dengan tujuan gerak dan usaha dapat memenuhi fungsi jasmani dan rohani. Gerakan Pencak Silat dapat dilakukan oleh laki-laki atau wanita, anak-anak maupun orang tua/dewasa, secara perorangan/kelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha-usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat pada Pencak Silat sebagai olahraga umum dibagi dalam intensitasnya menjadi</p>
<p style="text-align: justify;">a. Olahraga rekreasi<br />
b. Olahraga prestasi<br />
c. Olahraga massal</p>
<p style="text-align: justify;">Pada seminar Pencak Silat di Tugu, Bogor tahun 1973, Pemerintah bersama para pembina olahraga dan Pencak Silat telah membahas dan menyimpulkan makalah-makalah :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Penetapan istilah yang dipergunakan untuk Pencak Silat<br />
2. Pemasukan Pencak Silat sebagai kurikulum pada lembaga-lembaga pendidikan<br />
3. Metode mengajar Pencak Silat di sekolah<br />
4. Pengadaan tenaga pembina/guru Pencak Silat untuk sekolah-sekolah<br />
5. Pembinaan organisasi guru-guru Pencak Silat dan kegiatan Pencak Silat di lingkungan sekolah<br />
6. Menanamkan dan menggalang kegemaran serta memassalkan Pencak Silat di kalangan pelajar/mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai tindak lanjut dari pemikiran-pemikiran tersebut dan atas anjuran Presiden Soeharto, program olahraga massal yang bersifat penyegaran jasmani digarap terlebih dahulu, yang telah menghasilkan program Senam Pagi Indonesia (SPI).</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai olahraga prestasi (olahraga pertandingan)</p>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan Pencak Silat sebagai olahraga &amp; pertandingan (Championships) telah dirintis sejak tahun 1969, dengan melalui percobaan-percobaan pertandingan di daerah-daerah dan di tingkat pusat. Pada PON VIII tahun 1973 di Jakarta telah dipertandingkan untuk pertama kalinya yang sekaligus merupakan Kejuaraan tingkat Nasional yang pertama pula. Masalah yang harus dihadapi adalah banyaknya aliran serta adanya unsur-unsur yang bukan olahraga yang sudah begitu meresapnya di kalangan Pencak Silat. Dengan kesadaran para pendekar dan pembina Pencak Silat serta usaha yang terus menerus maka sekarang ini program pertandingan olahraga merupakan bagian yang penting dalam pembinaan Pencak Silat pada umumnya. Sementara ini Pencak Silat telah disebarluaskan di negara-negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Perancis, Inggris, Denmark, Jerman Barat, Suriname, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Program pembinaan Pencak Silat</p>
<p style="text-align: justify;">Pencak Silat sebagai budaya Nasional bangsa Indonesia mempunyai banyak ragam khas maisng-masing daerah, jumlah perguruan/aliran di segenap penjuru tanah air ini diperkirakan sebanyak 820 perguruan/aliran.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu dirasakan perlu adanya pembinaan yang sistimatis untuk melestarikan warisan nenek moyang kita. Terlebih-lebih setelah Kungfu masuk IPSI, atas anjuran Pemerintah berdasarkan pertimbangan lebih baik Kungfu berada di dalam IPSI sehingga lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadapnya, sekaligus menasionalisasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Standarisasi yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai oleh IPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Jalur pembinaan seni<br />
2. Jalur pembinaan olahraga<br />
3. Jalur pembinaan bela diri<br />
4. Jalur pembinaan kebatinan</p>
<p style="text-align: justify;">Keempat jalur ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila.</p>
<p style="text-align: justify;">… Makna Lambang IPSI</p>
<p style="text-align: justify;">Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan</p>
<p style="text-align: justify;">Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran</p>
<p style="text-align: justify;">Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju kemantapan<br />
jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esar<br />
secara hikmat dan syahdu</p>
<p style="text-align: justify;">Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin<br />
dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa</p>
<p style="text-align: justify;">Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan<br />
membentuk manusia Pancasila sejati</p>
<p style="text-align: justify;">Sayap Garuda berwarna</p>
<p style="text-align: justify;">Kuning berototkan merah : berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan<br />
dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal<br />
berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti<br />
IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara</p>
<p style="text-align: justify;">Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri<br />
kemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan,<br />
persaudaraan dan kegotong royongan</p>
<p style="text-align: justify;">Ikatan pita berwarna merah</p>
<p style="text-align: justify;">Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak<br />
Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa<br />
berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar tangan putih</p>
<p style="text-align: justify;">di dalam Dasar hijau : menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan<br />
nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian<br />
nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=22</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website Padjadjaran</title>
		<link>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=7</link>
		<comments>http://silat-padjadjaran.web.id/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 10:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silat-padjadjaran.web.id/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang di Website Padjadjaran Nasional 
Website padjadjaran nasional telah hadir pertama kali di Dunia Maya  pada tahun 1992 melalui situsnya Kak Eric Bovelender. Homepage atau website pada masa itu masih amat sedikit di temui dan hanya beberapa perguruan saja yang memiliki website perguruan yang bisa memperkenalkan perguruannya pada masyarakat dunia.
Namun bila kita perhatikan lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Selamat Datang di Website Padjadjaran Nasional </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Website padjadjaran nasional telah hadir pertama kali di Dunia Maya  pada tahun 1992 melalui situsnya Kak Eric Bovelender. Homepage atau website pada masa itu masih amat sedikit di temui dan hanya beberapa perguruan saja yang memiliki website perguruan yang bisa memperkenalkan perguruannya pada masyarakat dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bila kita perhatikan lebih rinci maka kita akan mengetahui bahwa umumnya website perguruan kebayakan dibuat oleh pesilat dari eropa khususnya belanda, termasuk juga website padjadjaran yang di kelola oleh kak EricB.</p>
<p style="text-align: justify;">Barulah pada tahun 1996 Website padjadjaran buatan lokal dan di bangunmelalui  hosting di server gratis milik tripod.com mengawali pembuatan website padjadjaran nasional yang juga di monitoring oleh Kak Ericb, Tim Website lokal beralamat di http://padjadjaran.tripod.com merupakan produk lokal pertama yang memberikan informasi detail tentang pencak silat padjadjaran Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh data berasal dari Bogor dan di ketik oleh Agus Heriyanto ( Ranting SMU100 angkatan 1990) data  diketik di Wordstart(WS) yang lalu kami publikasikan ke Internet. Desain dan program di buat oleh Yanwk ( Ranting SMU100 angkatan 1990) menggunakan bahasa PHP dan CGI. saat itu untuk membangin sebuah website memang tidak sesederhana seperti saat ini dimana tidak ada tools ataupun cms ( contens managemant system ) seperti Wordpress atau joomla, dimana kita cukup klik dan install.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu kami tim pembuat website sangat bangga dengan hasil kerja keras kita dimana kami ingin mempromosikan dan memperkenalkan perguruan kami di mata dunia khususnya Indonesia. kebanggaan ini  adalah karena kecintaan kami pada perguruan Padjadjaran Nasional hingga detik ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun website tersebut sdh tidak aktif kami berusaha membangun kembali website ini ( silat-padjadjaran.web.id) semata-mata karena kecintaan kami yang memang belumlah luntur, kami masih sangat bangga dengan perguruan yang memberikan kami Ilmu dan pengetahuan. dan harapan kami adalah melalui website ini dan melalui perjalanan panjang yang telah kami rintis Silaturahim tetap terjalin.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini padjadjaran memiliki beberapa website salah satunya adalah website resmi dari perguruan pencak silat Padjadjaran Nasional yang beralamat di <strong>http://www.padjadjarannasional.com</strong> semoga website tersebut menjadi media informasi Resmi / Khusus Perguruan Padjadjatran Nasional. Sedangkan website silat-padjadjaran.web.id menjadi web portal alternative perguruan pencak silat padjadjaran nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Terima kasih<br />
silat-padjadjaran.web.id</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silat-padjadjaran.web.id/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
